Showing posts with label Noor Suraya. Show all posts
Showing posts with label Noor Suraya. Show all posts

Tuesday, 17 April 2012

VINTAGE NOVEL; NYANYIAN TANJUNG SEPI


Harga pasaran : RM 37.90
KAMI JUAL :  RM 32 (termasuk postage)
Penulis : Noor Suraya
Penerbit : CESB
Kondisi novel : Baik, CETAKAN TERKINI (9/10)
SOLD

Sinopsis:


Dan sepi itu terus menghambat aku ke mana-mana sehingga menjadikan aku resah gelisah tiada jalan pulang. Aduhai, masa yang indah itu sudah pergi semuanya...sehingga tidak ada apa-apa lagi yang tersisa untukku di sini. Aku seperti camar yang patah sayap. Aku bagaikan biduk tanpa perhentian. Aku umpama permaisuri tanpa kerajaan. Lalu bagaimana lagi harus aku kutip sisa hari-hari mendatang yang sirna itu, bersendirian?



Tanpa dia dan tanpa kamu? Aku betul-betul kesepian. Mana hilangnya semua masa lalu yang indah itu? 

Aqmar: Senyuman itu membuat hutan rasanya terbakar, dan lirikan mata sang bidadarinya membuat beku hatinya bisa cair. 

Zainur: Beku hatinya pernah 'sekali' cair dengan panahan mata sang dewi cinta. Cintanya pernah hangus pada sinar api renungan dia. 

Khalida: kekasih, akulah rusuk kirimu yang hilang itu!

Tuesday, 31 January 2012

PELANGI




Harga pasaran : RM 22.00
KAMI JUAL :  RM 17.00 (termasuk postage)
Penulis: Syud, Hlovate, Noor Suraya
Penerbit: Jemari Seni
Kondisi novel : Baik (9/10)
Status: SOLD!!

Sinopsis:
Tiga ceritera berwarna-warni dalam sebuah Pelangi...
Ceritera I PELANGI – SYUD
Iman bukan pelangi awak. Iman cuma Iman. Iman tak cantik macam pelangi...Tapi,Iman tetap ada kat sini walau pelangi dah pergi...
Menjadi anak yatim piatu pada usia muda bukannya bermakna Iman Aisyah tidak berani hidup sendiri apalagi berdikari. Cuma kalau tiba-tiba ada yang melamar, apa salahnya kalau dia menerima, kan?
* * * *
Ceritera II KED’S STORY – HLOVATE
Khalid Faizal... Ked ... Hadiah ...Nawala lady... a romeo... a skater...Florida-Virginia ... Malaysia-USA
Hadiah deck daripada gadis tak bernama membuat dia gelabah. Macam mana budak perempuan FELDA tu tahu tentang skate? FELDA Florida barangkali, sebab budak berbaju kurung tu kenal juga Bruce Walker!
kalau nak diikutkan logik....cinta pandang pertama dan cinta antara benua tu...masuk akal ke?
* * * *
Ceritera III RUMAH KECIL DI UJUNG PADANG – NOOR SURAYA
Akukah kunang-kunang yang dilupai orang tika mentari menyingsing?
“... papamu jadi bimbang kalau sapi-sapi itu mencintai aku lebih daripada dia.” Kata doktor veterinar itu sambil tersenyum.“Semua orang bilang mas sangat pendiam.”“... tetapi tidak dengan gadis yang aku suka.”
Gadis yang aku suka?
Durrah selalu melarikan diri jika hatinya tercalar. Masihkah dia perlu ‘berlari’ jika hatinya sudah tersangkut pada penghuni rumah kecil di hujung padang ini?

GURINDAM JIWA






Harga pasaran : RM 21.00
KAMI JUAL:  RM 16.00 (termasuk postage)
Penulis: Hlovate, Imaen, Noor Suraya
Penerbit: Jemari Seni
Kondisi novel: Baik (9/10)
Status: SOLD

Sinopsis:
Ceriteria I - Hlovate 


"Schubert's Serenade... lagunya penuh dengan kenangan
Dan dengan kenangan itu cerita ini ditulis.


ingatan untuk mereka yang pernah hadir dalam hidup saya
ingatan untuk mereka yang pernah bersama melalui 'waktu itu' bersama saya
ingatan untuk lagu-lagu yang pernah bertanda dalam hidup saya
ingatan untuk hari-hari yang pernah menjadi sebahagian dari hidup saya


mungkin lagunya sedih
mungkin ceritanya pun sedih
namun kenangan yang bertanda dalam diri saya,
yang datang bersama lagu ini... tiada sejarah dan air mata"


there could be beauty in tragedy, anyway.


Ceritera II - Imaen 


Dengan jari aku gali sedikit tanah di tepi nisannya, kukuburkan cincin
itu di sisinya.


"Bukan bermakna aku sudah tidak menyayangimu lagi, sampai mati sayang,
sampai mati! aku tanam kerana aku ingin bersemadi di sebelahmu.
Sedangkan apa yang bakal berlaku hari ini, aku sudah tidak pasti
apakah nisanku nanti akan menjadi teman nisanmu... hari ini adalah
titik tanpa pulang lagi. Vendetta!"


Ceritera III - Noor Suraya


Hati Andriyana adalah sisipan kisah cinta 'dia' yang menyimpan seriu
rahsia, 'dia yang menyimpan seribu cerita, 'dia' yang ingin berkongsi
sebuah rasa: Aliya & Manjalara.


Dalam Gurindam Jiwa ini
Manjalara beritakan tentang rasa hatinya
Lalu Fitri Hadi akan mewarnakan citra pertama 'dia' di hatinya
Walau apapun ceriteranya, di pena Noor Suraya
Ku Fitri masih seorang 'Qais' untuk lailanya dan Raden Andriyana...
masih seorang puteri.

SURAT UNGU UNTUK NUHA






Harga pasaran : RM 20.00
KAMI JUAL:  RM 15.00 (termasuk postage)
Penulis: Noor Suraya
Penerbit: Jemari Seni
Kondisi novel   : Baik (9/10)
Status: SOLD!!!

Sinopsis:

Nuha:
Jendela hati diketuk lagi
kubuka separuh-separuh
separuh hati
"selamat malam, nama saya Cinta!"
hangat dan dingin
merantai di luar

"Izinkan saya berteduh di tepi jendelamu?"
Cinta terus bertanya

Lalu hatiku tertanya-tanya:
"Cinta, kenapa mesti aku?"

Muzzammil:
Nuha, benarkah... tidak semua ombak menemui pantai?

kalau cinta itu ada sayapnya... terbanglah dan hinggaplah di hati
dia
berbisiklah kepada dia yang telah kuberikan hatiku
berbisiklah tentang rasaku yg satu
serulah kepadanya Cinta, sapalah dia Cinta dengan cintaku
pandanglah dia... dan ceritalah Cinta tentang aku
yang sedang jatuh hati kepadanya

Novel keenam NOOR SURAYA membawa anda menemani Nuha menaiki Ekspress
Langkawi ke utara. Perjalanan keretapi pada malam dingin penghujung
2005 telah menemukan Nuha Tajul Ariffin dengan Alang Rebus Tak
Empuk. Nuha memang tidak menyukai lelaki berambut Afro itu sejak
mula! Titik! Alang juga tidak menyenangi Nuha yang garang
mengalahkan anak gergasi itu sejak awal. Titik! Padahal hidup ini
rupa2nya tidak pernah ada 'titik' sebelum tiba waktunya. Hidup
adalah suatu perjalanan waktu!

PANGGIL AKU DAHLIA



Harga pasaran : RM 21.00
KAMI JUAL :  RM 16.00 (termasuk postage)
Penulis: Noor Suraya
Penerbit: Jemari Seni
Kondisi novel: Baik (9/10)
Status: SOLD!!!

Sinopsis:
“Ayah diserang strok, Dahlia! Ayah tiba-tiba jadi teringat padamu. Kamu tu cekal macam Opah Orkid!” puji ayah tiba-tiba.
Padahal dulu, bukankah aku telah disuruh pergi? Bukankah selepas peristiwa menyayat hati itu, aku bagaikan sudah menjadi anak perempuan orang lain, ayah? Itulah asalnya kenapa Dahlia, pembantu kurator di Muzium Orang Asli Canberra pulang ke Malaysia. Dahlia sang archaeologistyang tidak tahu apa-apa tentang kebun teh, dan tidak ingin ambil tahu apa-apa tentang teh itu terpaksa berdepan dengan Teh Timor yang sudah menambun masalahnya!
Keadaan kian kusut pabila dia bertemu semula dengan si licik Wadi. Musuh tradisinya itu sanggup buat apa sahaja untuk merampas kebun Teh Timor demi memperluas ladang Teh Sutra miliknya. 
Lalu apa pula muslihat Wadi? Tatkala tiba-tiba sahaja dia sanggup menyerahkan ladang teh miliknya sebagai mahar? Perlukah Dahlia menerima dia, demi mendapatkan kembali tanah milik datuk ayahnya?

Apa mau cari??